Berita Kegiatan

DETEKSI DINI PENYALAHGUNA, BNN SOSIALISASIKAN TEKNIK SKRINING NARKOBA

Dibaca: 8 Oleh 20 Okt 2020Desember 21st, 2020Tidak ada komentar
DETEKSI DINI PENYALAHGUNA, BNN SOSIALISASIKAN TEKNIK SKRINING NARKOBA
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

Cilegon (20/10), guna memberikan pemahaman awal tentang deteksi dini penyalahgunaan narkoba, BNN Kota Cilegon menggelar sosialisasi skrining narkoba kepada stakeholder. Bertempat di Hotel Aston Cilegon, kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur yang berasal dari instansi Pemerintah dan Tenaga Pendidik di Kota Cilegon yang berjumlah 41 Orang. Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Kesbangpol, H. Andi Affandi, Kepala Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Banten, Yanuar Sadewa, Dinas Kesehatan maupun instansi terkait. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan metode deteksi dini narkoba selain menggunakan rapid test Narkotika, yaitu menggunakan metode skrining penyalahguna narkoba melalui pendekatan wawancara kepada penyalahguna narkoba.

DETEKSI DINI PENYALAHGUNA, BNN SOSIALISASIKAN TEKNIK SKRINING NARKOBA  DETEKSI DINI PENYALAHGUNA, BNN SOSIALISASIKAN TEKNIK SKRINING NARKOBA

Kepala BNN Kota Cilegon, AKBP Abdul Majid, SH., MH. menyampaikan bahwa sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, menargetkan percepatan dan peningkatan pelaksanaan pelayanan Rehabilitasi bagi Pecandu/Korban/Penyalahguna Narkotika dan mendorong semua lingkungan dapat bersih dari Narkoba. Oleh karenanya, melalui sosialisasi metode skrining narkoba ini diharapkan meningkatkan partisipasi stakeholder dalam upaya deteksi dini penyalahguna dan pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing. Kepala BNN Kota Cilegon juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan pengenalan awal metode skrining narkoba kepada stakeholder terkait, khususnya bagi para pendidik yang dalam hal ini guru BK akan mendapatkan asistensi dan bimbingan teknis lanjutan mengenai metode ini pada November nanti, ujarnya.

DETEKSI DINI PENYALAHGUNA, BNN SOSIALISASIKAN TEKNIK SKRINING NARKOBA

 

Kabid Rehabilitasi BNNP Banten, Yanuar Sadewa mengatakan dari 174 ribu pecandu hanya 8 persen yang mendapatkan layanan rehabilitasi, oleh karena itu deteksi dini menjadi penting untuk meningkatkan penjangkauan terhadap penyalahguna narkoba ke pusat pelayanan rehabilitasi narkoba. Dalam rangka upaya deteksi dini, selain dengan menggunakan alat test urine yang tergolong memakan biaya yang cukup tinggi, dapat juga menggunakan metode skrining narkoba, jelasnya. Skrining narkoba ini tergolong hemat biaya, namun pelaksananya dituntut untuk memiliki kompetensi dan teknik dalam melakukan wawancara atau penggalian informasi terhadap penyalahguna narkoba, jelasnya. Namun kedepan para peserta yang hadir ini akan diberikan pelatihan tingkat lanjut mengenai teknik dan metode skrining secara komprehensif, ujarnya.

#hidup100persen, sadar, sehat, produktif dan bahagia
#peranginarkobasekuatbaja

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel