Layanan Rehabilitasi

KLINIK PRATAMA BNN KOTA CILEGON

Dalam rangka strategi menanggulangi penyalahgunaan Narkoba (demand reduction) di Kota Cilegon, BNN Kota Cilegon melalui telah mengoperasionalkan Klinik Pratama untuk memberikan pelayanan terapi dan rehabilitasi bagi pecandu / korban penyalah guna  Narkoba.

APA ITU REHABILITASI?

Rehabilitasi adalah proses pemulihan pada ketergantungan penyalahgunaan Narkoba (pecandu) secara komprehensif meliputi aspek biopsikososial dan spiritual sehingga memerlukan waktu lama, kemauan yang keras, kesabaran, konsistensi, dan pembelajaran secara terus-menerus. Dengan adanya Klinik Pratama BNN Kota Cilegon diharapkan dapat mempermudah pecandu / korban penyalah guna  Narkoba untuk mendapatkan akses pelayanan rehabilitasi untuk menjadi pulih dan tidak kambuh kembali.

SIAPA YANG DIREHABILITASI?

Pecandu / korban penyalah guna  Narkoba dengan tingkat ketergantungan rendah (rekreasional dan situasional) dan taraf ketergantungan tinggi. Rawat jalan diberikan kepada klien dengan taraf ketergantungan rendah, sedangkan untuk penyalahguna ketergantungan tinggi akan dirujuk pada lembaga rehabilitasi yang bekerja sama memberikan layanan rehabilitasi rawat inap dengan persetujuan dari klien/wali dan pertimbangan kondisi klien.

APAKAH PECANDU AKAN DIHUKUM?

Pengguna Narkoba yang menjalani rehabilitasi tidak dituntut pidana seperti tercantum pada UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika:

Pasal 128 ayat (2)

“Pecandu Narkotika yang telah cukup umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (2) yang sedang menjalani rehabilitasi medis 2 (dua) kali masa perawatan dokter di rumah sakit dan/atau lembaga rehabilitasi medis yang ditunjuk oleh pemerintah tidak dituntut pidana.”

JENIS LAYANAN

Rehabilitasi rawat jalan memberikan terapi baik individual, kelompok, maupun keluarga yaitu:
• Konseling individu
• Konseling adiksi
• Psikoterapi
• Evaluasi psikologi
• Psikoedukasi
• Terapi kelompok (group therapy)
• Konseling keluarga
• Terapi simptomatik

 

ALUR LAYANAN

  1. PENDAFTARAN
    Klien mengisi formulir pendaftaran dan memberikan fotokopi KTP/ Kartu Keluarga, Pas Foto 4×6 (2 lembar) dan 2×3 (2 lembar), Materai 6 ribu (2 lembar)
  2. PEMERIKSAAN FISIK

Untuk mengetahui kondisi umum klien apakah yang bersangkutan dalam keadaan sehat, gawat darurat, kondisi intoksikasi berat atau dalam kondisi putus zat.

  1. PEMERIKSAAN URIN ZAT

Untuk mendeteksi zat spesifik yang digunakan dengan menggunakan testkit Narkoba 5 (lima) atau 6 (enam) parameter

  1. ASESMEN

Proses mendapatkan informasi menyeluruh pada individu tentang penyalahgunaan zat/Narkoba untuk menentukan rencana terapi yang sesuai dengan kondisi pecandu/penyalahguna.

  1. RENCANA TERAPI

Rencana terapi diberikan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan pecandu/penyalahguna Narkoba meliputi :

  1. Dirujuk
    Pecandu/penyalahguna Narkoba akan dirujuk apabila tidak dapat dilakukan rehabilitasi medis rawat jalan, hal ini dikarenakan:

    • Merupakan pecandu berat, maka dirujuk rawat inap
    • Merupakan pecandu opioid dengan gejala putus zat yang berat, maka dirujuk rawat inap/rawat jalan klinik metadon/ rumatan di Puskesmas
    • Disertai gejala penyakit jiwa (dual diagnosis), akan dirujuk ke RSJ/dokter spesialis kejiwaan
  2. Rawat jalan

Pelayanan yang diberikan berupa konseling individu, konseling adiksi, evaluasi psikologi, terapi medis, terapi kelompok, konseling keluarga, couple therapy

  1. TERMINASI
    Pecandu/penyalah guna Narkoba yang dinyatakan selesai program rehabilitasi maka melanjutkan ke program pasca rehabilitasi.
  2. PASCAREHABILITASI
    Bertujuan untuk membantu mantan pengguna Narkoba agar mampu hidup normal, berfungsi sosial, dan diterima masyarakat (hidup mandiri serta tidak mengulangi perbuatannya menyalahgunakan Narkoba).