Author Archives: BNN Kota Cilegon

  • 0

BNN Genggamanku: Sistem Pelayanan Publik Terpadu BNN

Category : Pengumuman


BNN Genggamanku adalah aplikasi mobile  berbasis Android untuk meningkatkan keterlibatan publik dalam program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui peningkatan pelayanan publik BNN. Dimana dalam meningkatkan keterlibatan tersebut dibuatkan suatu aplikasi  mobile berbasis Android yang memudahkan masyarakat dalam memberikan informasi kepada BNN atau membutuhkan informasi dari BNN.

Untuk menggunakan Aplikasi BNN Genggamanku sangatlah mudah yaitu:

  1. Download aplikasinya di PlayStore
  2. Registrasi menggunakan Nama, Alamat Email dan Password
  3. Aktivasi pendaftaran menggunakan link yang dikirimkan via Email
  4. Login dan mulai menggunakan Aplikasi BNN Genggamanku

Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan Aplikasi BNN Genggamanku:

  1. Mengikuti kegiatan-kegiatan dan informasi dari Badan Narkotika Nasional
  2. Melaporkan kejadian mencurigakan di sekitar anda (Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba)

 

Please follow and like us:
0

  • 0

Sosialisasi Bahaya Narkoba di Masjid Al-Ikhlas Cilegon

Category : Berita

Kepala BNN kota Cilegon Dr.H.Asep.M Jaelani,MM memberikan Ceramah Narkoba dan bahayanya dalam tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Sosialisasi di Mesjid Al-Ikhlas kelurahan Kebandungan Cilegon, baik pandangan agama maupun UU no 35 tahun 2009, Setiap yg memabukan adalah Haram dan setiap dan Maisyir adalah perbuatan syetan, Penyalah guna narkoba silahkan dilaporkan ke BNNK Cilegon untuk dilakukan Rehabilitasi di Klinik Rehabilitasi BNNN Kota Cilegon.

Please follow and like us:
0

  • 0

Sosialisasi P4GN di Kelurahan Tegalratu Cilegon

Category : Berita

Penyampaian Pencegahan, Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) sebagai Narasumber Dr.H.Asep.M Jaelani,MM bagi kalangan keluarga di kelurahan Tegal ratu Cilegon, tanggal 30 April 2018. Anggapan bahwa penyalahguna adalah perbuatan kriminal yg menjadi aib keluarga dikucilkan dan dipenjarakan ternyata tidak menyelesaikan masalah, Pemahaman keluarga dan masyarakat harus seimbang bahwa penyalahguna adalah penyakit kronis dan kambuhan yg menyebabkan gangguan fungsi dan perilaku yg memerlukan.pertolongan, BNN upaya penanganan melalui rehabilitasi, Ayo rehab penyalah guna narkoba, penjarakan pengedar dan Bandar,

“Katakan tidak terhadap Narkoba, “Perangi Narkoba sekuat Baja…! Sekali melangkah Pantang Menyerah, Stop Narkoba..

Please follow and like us:
0

  • 0

BNN Sita Permen Dot Diduga Narkoba

Category : Kliping Berita

CILEGON – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon menyita permen dot yang terindikasi mengandung narkoba. Permen itu disita dari Pasar Blok F di Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Rabu (4/4).

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cilegon Candratika Ari Putranto menjelaskan, permen itu disita dari warung penjual makanan dalam kemasan di sektiar Pasar Blok F. Ada empat kardus yang disita. Sampel dari permen itu akan dibawa ke BNN pusat untuk dilakukan uji laboratorium terkait kandungan permen tersebut. “Ini kita lakukan karena sudah marak di media sosial terkait permen dot yang isunya mengandung narkoba,” katanya.

“Read More”
Please follow and like us:
0

  • 0

Diduga Permen Dot Mengandung Narkoba, BNNK Cilegon Sidak di Pasar Blok F

Category : Kliping Berita


FAJARBANTEN.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon lakukan sidak terkait Permen Dot yang diduga mengandung zat Narkotika yang bertempat di area Pasar Blok F atau Pasar Kelapa, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.

Dalam razia tersebut BNNK Cilegon menyita Permen yang berbentuk Dot di sebuah Toko yang berada di Pasar tersebut.

Kemudian, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarkat (P2PM) Candra Tika Ari Putranto selaku petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon mengatakan, dengan digelarnya sidak kni, menyusul adanya terkait pemberitaan yang membuat resah masyarakat dengan adanya Permen Dot yang diduga mengandung zat adiktif alias mengandung Narkoba.

“Read More”
Please follow and like us:
0

  • 0

Daerah Urban, Cilegon Waspada Narkoba

Category : Kliping Berita

CILEGON – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon mengingatkan bahwa Kota Cilegon saat ini berstatus waspada narkoba. Berdasarkan pengamatan, masing-masing kelurahan dan kecamatan di Kota Cilegon memiliki potensi bahaya narkoba.

Kepala BNN Kota Cilegon Asep M Jaelani mengatakan, status waspada narkoba disematkan karena terdapat sejumlah titik daerah yang rawan peredaran narkoba. Jumlah kasus yang terungkap pun cukup banyak. “Tiga bulan ini sudah 16 orang yang kita rehabilitasi. Itu kasus yang terungkap, yang tidak kemungkinan lebih banyak,” kata Asep, kemarin.

Asep mencontohkan, di Kecamatan Ciwandan, potensi rawan narkoba di wilayah Tegalratu. Sementara, Merak potensi kerawanan narkoba di sekitar Madaksa. Kemudian di Citangkil, jumlah kos-kosan yang mencapai 1.400 pintu menjadi potensi kerawanan yang besar.

“Read More”
Please follow and like us:
0

  • 0

BNN Kota Cilegon Gelar Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba, dikalangan Pemerintahan

Category : Kliping Berita

FAJARBANTEN.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon menggelar Asistensi penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba pada Kelompok Instansi Pemerintah. Kegiatan digelar di Aula Pusdiklat KS. Mereka terdiri dari perwakilan Instansi Pemerintah Kelurahan dan perwakilan Pemerintah Kecamatan se-Kota Cilegon, Kamis (28/3/2018).

“Tujuan kita membekali peserta tentang pengetahuan bahaya penyalahgunaan narkoba sehingga terjadi perubahan pola pikir dan terbentuk daya tangkal dan daya lawan,” ujar Kepala BNN Kota Cilegon AKBP Asep M Jaelani kepada peserta.

Lanjut AKBP Asep M Jaelani saat ditemui Awak Media, yang hadir menjadi pemateri menjelaskan tujuan lainnya adalah adanya responsif dari peserta sebagai masukan maupun sebagai sumber informasi bagi BNN Kota Cilegon.

“Read More”
Please follow and like us:
0

  • 0

BNN Kota Cilegon Tingkatkan Sosialisasi Narkoba di Wilayah Pemerintahan

Category : Kliping Berita

FAJARBANTEN.com – Badan Narkotika Nasional Kota Cilegon menggelar sosialisasi Asistensi Penguatan Pembangunan Berwarna Anti Narkoba di Instansi Pemerintahan dengan tema ” Bersama Kita Ciptakan Cilegon Yang Bersih, Sehat Tanpa Narkoba”. bertempat Pusdiklat KS, Kamis (29/3).

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Cilegon, Asep M. Jaelani mengatakan dalam sosialisasi ini BNN berusaha bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memberantas pengedaran Narkoba.

“Tujuan kegiatan ini membekali peserta tentang pengetahuan bahaya penyalahgunaan narkoba sehingga terjadi perubahan pola pikir dan terbentuk daya tangkal dan daya lawan,” katanya.

Asep menjelaskan selain itu juga membentuk komitmen bersama secara sadar dan sukarela sebagai dasar kebijakan P4GN yang akan diterapkan di lingkungan Instansi Pemerintahan Setempat dan umumnya terhadap masyarakat (keluarga) secara mandiri.

“Untuk mengembangkan lingkungan masyarakat yang sehat, aman sehingga masyarakat tidak tergoda untuk mencoba menyalahgunakan narkoba,” jelasnya. (opik)

Sumber:

http://fajarbanten.com/9061-bnn-kota-cilegon-tingkatkan-sosialisasi-narkoba-di-wilayah-pemerintahan, 29 Maret 2018

Please follow and like us:
0

  • 0

Kepala BNN: Pengguna Narkoba Di Kota Cilegon Capai 5 Ribu Orang

Category : Kliping Berita

CILEGON – Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon, AKBP Asep Muksin Jaelani, mengatakan, di Kota Cilegon saat ini pelaku penyalahgunaan Narkoba kurang lebih mencapai 5 ribu orang. Data ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia (UI).

Jumlah penyalahguna Narkoba Kota Cilegon ini, bagian kecil dari angka di tingkat Provinsi Banten yang mencapai 154 ribu di 2017 lalu atau sekitar 1,83 % dari jumlah penduduk.

“Tidak begitu signifikan juga, sampai saat ini penyalahguna atau pengguna di tingkat Provinsi 154 ribu tahun 2017, jadi 1,83% kalau dibawa ke Kota Cilegon kurang lebih sekitar 5 ribu orang penyalahguna hasil penelitian dari UI,” ungkap AKBP Asep, Rabu (21/3/2018)

“Read More”
Please follow and like us:
0

  • 0

Daftar Narkotika Menurut Undang-Undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Permenkes No 7 Tahun 2018

Category : Artikel

A. Daftar Narkotika Golongan I

  1. Tanaman Papaver Somniferum L dan semua bagian-bagiannya termasuk buah dan jeraminya, kecuali bijinya. 
  2. Opium mentah, yaitu getah yang membeku sendiri, diperoleh dari buah tanaman Papaver Somniferum L yang hanya mengalami pengolahan sekedar untuk pembungkus dan pengangkutan tanpa memperhatikan kadar morfinnya.                                                                                 
  3. Opium masak terdiri dari : 
    1. candu, hasil yang diperoleh dari opium mentah melalui suatu rentetan pengolahan khususnya dengan pelarutan, pemanasan dan peragian dengan atau tanpa penambahan bahan-bahan lain, dengan maksud mengubahnya menjadi suatu ekstrak yang cocok untuk pemadatan.
    2. jicing, sisa-sisa dari candu setelah dihisap, tanpa memperhatikan apakah candu itu dicampur dengan daun atau bahan lain. 
    3. jicingko, hasil yang diperoleh dari pengolahan jicing. 
  4. Tanaman koka, tanaman dari semua genus Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae termasuk buah dan bijinya.
  5. Daun koka, daun yang belum atau sudah dikeringkan atau dalam bentuk serbuk dari semua tanaman genus Erythroxylon dari keluarga Erythroxylaceae yang menghasilkan kokain secara langsung atau melalui perubahan kimia. 
  6. Kokain mentah, semua hasil-hasil yang diperoleh dari daun koka yang dapat diolah secara langsung untuk mendapatkan kokaina.
  7. Kokaina, metil ester-1-bensoil ekgonina. 
  8. Tanaman ganja, semua tanaman genus genus cannabis dan semua bagian dari tanaman termasuk biji, buah, jerami, hasil olahan tanaman ganja atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hasis.
  9. Tetrahydrocannabinol, dan semua isomer serta semua bentuk stereo kimianya. 
  10. Delta 9 tetrahydrocannabinol, dan semua bentuk stereo kimianya. 
  11. Asetorfina : 3-0-acetiltetrahidro-7α-(1-hidroksi-1-metilbutil)-6, 14-endoeteno-oripavina.
  12. Acetil – alfa – metil fentanil N-[1-(α-metilfenetil)-4-piperidil] asetanilida.
  13. Alfa-metilfentanil : N-[1 (α-metilfenetil)-4-piperidil] propionanilida
  14. Alfa-metiltiofentanil : N-[1-] 1-metil-2-(2-tienil) etil]-4-iperidil] priopionanilida
  15. Beta-hidroksifentanil : N-[1-(beta-hidroksifenetil)-4-piperidil] propionanilida
  16. Beta-hidroksi-3-metil-fentanil : N-[1-(beta-hidroksifenetil)-3-metil-4 piperidil] propio-nanilida.
  17. Desmorfina : Dihidrodeoksimorfina
  18. Etorfina : tetrahidro-7α-(1-hidroksi-1-metilbutil)-6, 14-endoeteno-oripavina
  19. Heroina : Diacetilmorfina
  20. Ketobemidona : 4-meta-hidroksifenil-1-metil-4propionilpiperidina
  21. 3-metilfentanil : N-(3-metil-1-fenetil-4-piperidil) propionanilida
  22. 3-metiltiofentanil : N-[3-metil-1-[2-(2-tienil) etil]-4-piperidil] propionanilida
  23. MPPP : 1-metil-4-fenil-4-piperidinol propianat (ester)
  24. Para-fluorofentanil : 4′-fluoro-N-(1-fenetil-4-piperidil) propionanilida
  25. PEPAP : 1-fenetil-4-fenil-4-piperidinolasetat (ester)
  26. Tiofentanil : N-[1-[2-(2-tienil)etil]-4-piperidil] propionanilida
  27. BROLAMFETAMINA, nama lain : (±)-4-bromo-2,5-dimetoksi- α -metilfenetilamina DOB
  28. DET : 3-[2-( dietilamino )etil] indol
  29. DMA : ( + )-2,5-dimetoksi-  α  -metilfenetilamina
  30. DMHP : 3-(1 ,2-dimetilheptil)-7 ,8,9, 10-tetrahidro-6,6,9-trimetil-6H-dibenzo[b, d]piran-1-ol
  31. DMT : 3-[2-( dimetilamino )etil] indol
  32. DOET : (±)-4-etil-2,5-dimetoksi- α –metilfenetilamina
  33. ETISIKLIDINA, nama lain   PCE : N-etil-1-fenilsikloheksilamina
  34. ETRIPTAMINA. : 3-(2aminobutil) indole
  35. KATINONA : (-)-(S)- 2-aminopropiofenon
  36. ( + )-LISERGIDA, nama lain : 9,10-didehidro-N, N-dietil-6-metilergolina-8 β – LSD, LSD-25 karboksamida
  37. MDMA : (±)-N,  α  -dimetil-3,4-(metilendioksi)fenetilamina  
  38. Meskalina : 3,4,5-trimetoksifenetilamina
  39. METKATINONA : 2-(metilamino )-1- fenilpropan-1-on
  40. 4- metilaminoreks : (±)-sis- 2-amino-4-metil- 5- fenil- 2-oksazolina
  41. MMDA : 5-metoksi- α -metil-3,4-(metilendioksi)fenetilamina
  42. N-etil MDA : (±)-N-etil- α -metil-3,4-(metilendioksi)fenetilamin
  43. N-hidroksi MDA : (±)-N-[ α -metil-3,4-   (metilendioksi)fenetil]hidroksilamina
  44. Paraheksil : 3-heksil-7,8,9, 10-tetrahidro-6,6, 9-trimetil-6H-dibenzo   [b,d] piran-1-ol
  45. PMA : p-metoksi-  α  -metilfenetilamina
  46. psilosina, psilotsin : 3-[2-( dimetilamino )etil]indol-4-ol
  47. PSILOSIBINA : 3-[2-(dimetilamino)etil]indol-4-il dihidrogen fosfat
  48. ROLISIKLIDINA, nama lain : 1-( 1- fenilsikloheksil)pirolidina PHP,PCPY
  49. STP, DOM : 2,5-dimetoksi-  α ,4-dimetilfenetilamina
  50. TENAMFETAMINA, nama lain : α  -metil-3,4-(metilendioksi)fenetilamina MDA
  51. TENOSIKLIDINA, nama lain  : 1- [1-(2-tienil) sikloheksil]piperidina TCP
  52. TMA : (±)-3,4,5-trimetoksi-  α  -metilfenetilamina
  53. AMFETAMINA : (±)-  α –metilfenetilamina
  54. DEKSAMFETAMINA : ( + )-  α –metilfenetilamina
  55. FENETILINA : 7-[2-[(  α -metilfenetil)amino]etil]teofilina
  56. FENMETRAZINA : 3- metil- 2 fenilmorfolin
  57. FENSIKLIDINA, nama lain   PCP : 1-( 1- fenilsikloheksil)piperidina
  58. LEVAMFETAMINA, nama lain : (- )-(R)-  α  -metilfenetilamina levamfetamina
  59. Levometamfetamina : ( -)- N,  α  -dimetilfenetilamina
  60. MEKLOKUALON : 3-( o-klorofenil)- 2-metil-4(3H)- kuinazolinon
  61. METAMFETAMINA : (+ )-(S)-N, α –dimetilfenetilamina
  62. METAKUALON : 2- metil- 3-o-to lil-4(3H)- kuinazolinon
  63. ZIPEPPROL : α – ( α metoksibenzil)-4-( β-metoksifenetil )-1-piperazinetano  
  64. Sediaan opium dan/atau campuran dengan bahan lain bukan Narkotika
  65. 5-APB : 5-(2-Aminopropil)benzofuran ; 1-benzofuran-5-ilpropan-2-amina
  66. 6-APB : 6-(2-Aminopropil)benzofuran ; 1-benzofuran-6-ilpropan-2-amina
  67. 25B-NBOMe : 2-(4-Bromo-2,5-dimetoksifenil)-N-[(2-metoksifenil)metil]etanamina
  68. 2-CB : 2-(4-Bromo-2,5-dimetoksifenil)etanamina; 4-Bromo-2,5-dimetoksimetamfetamina
  69. 25C-NBOMe, nama lain 2C-C-NBOMe : 1-(4-Kloro-2,5-dimetoksifenil)-N-[(2-metoksifenil)metil]-2-etanamina
  70. Dimetilamfetamina, nama lain DMA : N,N-Dimetil-1-fenilpropan-2-amina
  71. DOC : 1-(4-Kloro-2,5-dimetoksi-fenil)propan-2-amina
  72. ETKATINONA: 2-etilamino-1-fenilpropan-1-on
  73. JWH-018 : (1-Pentil-1H-indol-3-il)-1-naftalenil-metanon
  74. MDPV: 3,4-Metilendioksipirovaleron, nama lain : 1-(3,4-metilendioksifenil)-2-(1-pirolidinil)pentan-1-on;
  75. MEFEDRON, nama lain 4-MMC : 1-(4-metilfenil)-2-metilaminopropan-1-on
  76. METILON, nama lain MDMC : 2-Metilamino-1-(3,4-metilendioksifenil)propan-1-on
  77. 4-METILKATINONA, nama lain 4-MEC : 2-etilamino-1-(4-metilfenil)propan-1-on
  78. MPHP : 1-(4-Metilfenil)-2-(1-pirrolidinil)-1-heksan-1-on
  79. 25I-NBOMe, nama lain 2C-I-NBOMe : 1-(4-Iodo-2,5-dimetoksifenil)-N-[(2-metoksifenil)metil]etanamina
  80. PENTEDRONE : (±)-1-Fenil-2-(metilamino)pentan-1-on
  81. PMMA : p-Metoksimetamfetamina; N-metil-1-(4-Metoksifenil)propan-2-amina
  82. XLR-11, nama lain 5-FLUORO-UR-144 : (1-(5-Fluoropentil)-1H-indol-3-il)2,2,3,3-tetrametilsiklo propil)-metanon
  83. 5-FLUORO AKB 48, nama lain 5F-APINACA : N-(Adamantan-1-il)-1-(5-fluoropentil)-1H-indazol-3-karboksamida
  84. MAM-2201 : [1-(5-Fluoropentil)-1H-indol-3-il](4-metilnaftalen-1-il)-metanona
  85. FUB-144, nama lain FUB-UR-144 : (1-(4-Fluorobenzil)-1H-indol-3-il) (2,2,3,3-tetrametilsiklopropil) metanona
  86. AB-CHMINACA : N-[(1S)-1-(Aminokarbonil)-2-metilpropil]-1-(sikloheksilmetil)-1Hindazol-3-karboksamida
  87. AB-FUBINACA : N-(1-Amino-3-metil-1-oksobutan-2-il)-1-(4-fluorobenzil)-1H-indazol-3-karboksamida
  88. FUB-AMB,nama lain AMBFUBINACA: Metil 2-({1-[(4-fluorofenil) metil]-1Hindazol-3-karbonil} amino)-3-metilbutanoat
  89. AB-PINACA : N-(1-Amino-3-metil-1-oksobutan-2-il)-1-pentil-1H-indazol-3-karboksamida
  90. THJ-2201 : [1-(5-Fluoropentil)-1H-indazol-3-il](naftalen-1-il) metanona
  91. THJ-018 : 1-Naftalenil(1-pentil-1H-indazol-3-il)metanona
  92. MAB-CHMINACA, nama lain ADBCHMINACA : N-(1-Amino-3,3-dimetil-1-oksobutan- 2-il)-1-(sikloheksilmetil)-1H-indazol-3-karboksamida
  93. ADB-FUBINACA : N-(1-Amino-3,3-dimetil-1-oksobutan-2-il)-1-(4-fluorobenzil)-1H-indazol-3-karboksamida
  94. MDMB-CHMICA, nama lain MMBCHMINACA : Metil 2-{[1-(sikloheksilmetil)indol-3-karbonil] amino}-3,3- dimetilbutanoat
  95. 5-FLUORO-ADB : Metil 2-{[1-(5-fluoropentil)-1Hindazol-3-karbonil]amino}-3,3-dimetilbutanoat
  96. AKB-48, nama lain APINACA : N-(Adamantan-1-il)-1-pentil-1Hindazol-3-karboksamida
  97. 4-APB : 1-(1-Benzofuran-4-il) propan-2-amina
  98. ETILON, nama lain bk-MDEA, MDEC : (RS)-1-(1,3-Benzodioksol-5-il)-2-(etilamino)propan-1-on
  99. TFMPP : 1-(3-(Trifluorometil)fenil) piperazin
  100. ALFA-METILTRIPTAMINA : 2-(1H-Indol-3-il)-1-metil-etilamina
  101. 5-MeO-MiPT : N-[2-(5-Metoksi-1H-indol-3-il)etil]-Nmetilpropan-2-amina
  102. METOKSETAMINA, nama lain MXE : (RS)2-(3-Metoksifenil)-2-(etilamino)sikloheksanona
  103. BUFEDRON, nama lain METILAMINOBUTIROFENON (MABP) : 2-(Metilamino)-1-fenilbutan-1-on
  104. 4-KLOROMETKATINONA, nama lain 4-CMC, KLEFEDRON : 1-(4-Klorofenil)-2-(metilamino)propan-1-on
  105. AH-7921 : 3,4-Dikloro-N-{[1-(dimetilamino)sikloheksil]metil}benzamida
  106. 4-MTA : 1-[4-(Metilsulfanil)fenil]propan-2-amina
  107. AM-2201, nama lain JWH-2201 : 1-[(5-Fluoropentil)-1H-indol-3-il]-(naftalen-1-il)metanona
  108. ASETILFENTANIL : N-[1-(2-Feniletil)-4-piperidil]-Nfenilasetamida
  109. MT-45 : 1-Sikloheksil-4-(1,2-difeniletil)piperazin
  110. ALFA-PVP : 1-Fenil-2-(pirrolidin-1-il)pentan-1-on
  111. 4,4’-DMAR, nama lain 4,4’-DIMETILAMINOREKS : 4-Metil-5-(4-metilfenil)-4,5-dihidro-1,3-oksazol-2-amina
  112. METAMFETAMINA RASEMAT : (±)-N,α-Dimetilfenetilamina
  113. Garam-garam dari Narkotika dalam golongan tersebut di atas.
  114. Tanaman KHAT (Catha edulis) 

 

B. Daftar Narkotika Golongan II

  1. Alfasetilmetadol : Alfa-3-asetoksi-6-dimetil amino-4,4-difenilheptana
  2. Alfameprodina : Alfa-3-etil-1-metil-4-fenil-4-propionoksipiperidina
  3. Alfametadol : alfa-6-dimetilamino-4,4-difenil-3-heptanol
  4. Alfaprodina : alfa-l, 3-dimetil-4-fenil-4-propionoksipiperidina
  5. Alfentanil : N-[1-[2-(4-etil-4,5-dihidro-5-okso-l H-tetrazol-1-il)etil]-4-(metoksimetil)-4-pipe ridinil]-N-fenilpropanamida                                                       
  6. Allilprodina : 3-allil-1-metil-4-fenil-4-propionoksipiperidina
  7. Anileridina : Asam 1-para-aminofenetil-4-fenilpiperidina)-4-karboksilat etil ester
  8. Asetilmetadol : 3-asetoksi-6-dimetilamino-4, 4-difenilheptana
  9. Benzetidin : asam 1-(2-benziloksietil)-4-fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester
  10. Benzilmorfina : 3-benzilmorfina
  11. Betameprodina : beta-3-etil-1-metil-4-fenil-4-propionoksipipe ridina
  12. Betametadol : beta-6-dimetilamino-4,4-difenil-3–heptanol
  13. Betaprodina : beta-1,3-dimetil-4-fenil-4-propionoksipipe ridina
  14. Betasetilmetadol : beta-3-asetoksi-6-dimetilamino-4, 4-difenilheptana
  15. Bezitramida : 1-(3-siano-3,3-difenilpropil)-4-(2-okso-3-propionil-1-benzimidazolinil)-piperidina
  16. Dekstromoramida : (+)-4-[2-metil-4-okso-3,3-difenil-4-(1-pirolidinil)butil]-morfolina
  17. Diampromida :  N-[2-(metilfenetilamino)-propil]propionanilida
  18. Dietiltiambutena : 3-dietilamino-1,1-di(2′-tienil)-1-butena
  19. Difenoksilat : asam 1-(3-siano-3,3-difenilpropil)-4fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester
  20. Difenoksin : asam 1-(3-siano-3,3-difenilpropil)-4-fenilisonipekotik
  21. Dihidromorfina
  22. Dimefheptanol : 6-dimetilamino-4,4-difenil-3-heptanol
  23. Dimenoksadol : 2-dimetilaminoetil-1-etoksi-1,1-difenilasetat
  24. Dimetiltiambutena : 3-dimetilamino-1,1-di-(2′-tienil)-1-butena
  25. Dioksafetil butirat : etil-4-morfolino-2, 2-difenilbutirat
  26. Dipipanona : 4, 4-difenil-6-piperidina-3-heptanona
  27. Drotebanol : 3,4-dimetoksi-17-metilmorfinan-6ß,14-diol  
  28. Ekgonina, termasuk ester dan derivatnya yang setara dengan ekgonina dan kokaina.
  29. Etilmetiltiambutena : 3-etilmetilamino-1, 1-di-(2′-tienil)-1-butena
  30. Etokseridina : asam1-[2-(2-hidroksietoksi)-etil]-4fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester
  31. Etonitazena : 1-dietilaminoetil-2-para-etoksibenzil-5nitrobenzimedazol
  32. Furetidina : asam 1-(2-tetrahidrofurfuriloksietil)4 fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester)
  33. Hidrokodona : dihidrokodeinona
  34. Hidroksipetidina : asam 4-meta-hidroksifenil-1-metilpiperidina-4-karboksilat etil ester 
  35. Hidromorfinol : 14-hidroksidihidromorfina
  36. Hidromorfona : dihidrimorfinona
  37. Isometadona : 6-dimetilamino- 5 -metil-4, 4-difenil-3-heksanona
  38. Fenadoksona : 6-morfolino-4, 4-difenil-3-heptanona
  39. Fenampromida : N-(1-metil-2-piperidinoetil)-propionanilida
  40. Fenazosina : 2′-hidroksi-5,9-dimetil- 2-fenetil-6,7-benzomorfan
  41. Fenomorfan : 3-hidroksi-N–fenetilmorfinan
  42. Fenoperidina : asam1-(3-hidroksi-3-fenilpropil)-4-fenilpiperidina-4-karboksilat Etil ester
  43. Fentanil : 1-fenetil-4-N-propionilanilinopiperidina
  44. Klonitazena : 2-para-klorbenzil-1-dietilaminoetil-5-nitrobenzimidazol
  45. Kodoksima : dihidrokodeinona-6-karboksimetiloksima
  46. Levofenasilmorfan : (1)-3-hidroksi-N-fenasilmorfinan
  47. Levomoramida : (-)-4-[2-metil-4-okso-3,3-difenil-4-(1pirolidinil)butil] morfolina
  48. Levometorfan : (-)-3-metoksi-N-metilmorfinan
  49. Levorfanol : (-)-3-hidroksi-N-metilmorfinan
  50. Metadona : 6-dimetilamino-4, 4-difenil-3-heptanona
  51. Metadona intermediate : 4-siano-2-dimetilamino-4, 4-difenilbutana
  52. Metazosina : 2′-hidroksi-2,5,9-trimetil-6, 7-benzomorfan
  53. Metildesorfina : 6-metil-delta-6-deoksimorfina
  54. Metildihidromorfina : 6-metildihidromorfina
  55. Metopon : 5-metildihidromorfinona
  56. Mirofina : Miristilbenzilmorfina
  57. Moramida intermediate : asam (2-metil-3-morfolino-1, 1difenilpropana karboksilat
  58. Morferidina : asam 1-(2-morfolinoetil)-4-fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester
  59. Morfina-N-oksida
  60. Morfin metobromida dan turunan morfina nitrogen pentafalent lainnya termasuk bagian turunan morfina-N-oksida, salah satunya kodeina-N-oksida
  61. Morfina
  62. Nikomorfina : 3,6-dinikotinilmorfina
  63. Norasimetadol : (±)-alfa-3-asetoksi-6metilamino-4,4-difenilheptana
  64. Norlevorfanol : (-)-3-hidroksimorfinan
  65. Normetadona : 6-dimetilamino-4,4-difenil-3-heksanona
  66. Normorfina : dimetilmorfina atau N-demetilatedmorfina
  67. Norpipanona : 4,4-difenil-6-piperidino-3-heksanona
  68. Oksikodona : 14-hidroksidihidrokodeinona
  69. Oksimorfona : 14-hidroksidihidromorfinona
  70. Petidina intermediat A : 4-siano-1-metil-4-fenilpiperidina
  71. Petidina intermediat B : asam4-fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester
  72. Petidina intermediat C : Asam1-metil-4-fenilpiperidina-4-karboksilat
  73. Petidina : Asam1-metil-4-fenilpiperidina-4-karboksilat etil ester
  74. Piminodina : asam 4-fenil-1-( 3-fenilaminopropil)- pipe ridina-4-karboksilat etil ester
  75. Piritramida : asam1-(3-siano-3,3-difenilpropil)-4(1-piperidino)-piperdina-4-Karbosilat armida
  76. Proheptasina : 1,3-dimetil-4-fenil-4-propionoksiazasikloheptana
  77. Properidina : asam1-metil-4-fenilpiperidina-4-karboksilat isopropil ester
  78. Rasemetorfan : (±)-3-metoksi-N-metilmorfinan
  79. Rasemoramida : (±)-4-[2-metil-4-okso-3,3-difenil-4-(1-pirolidinil)-butil]-morfolina
  80. Rasemorfan : (±)-3-hidroksi-N-metilmorfinan
  81. Sufentanil : N-[4-(metoksimetil)-1-[2-(2-tienil)-etil -4-piperidil] propionanilida
  82. Tebaina
  83. Tebakon : asetildihidrokodeinona
  84. Tilidina : (±)-etil-trans-2-(dimetilamino)-1-fenil-3-sikloheksena-1-karboksilat
  85. Trimeperidina : 1,2,5-trimetil-4-fenil-4-propionoksipiperidina
  86. BENZILPIPERAZIN (BZP), N-BENZILPIPERAZIN : 1-Benzilpiperazin
  87. METAKLOROFENILPIPERAZIN (MCPP) : 1-(3-Klorofenil)piperazin
  88. DIHIDROETORFIN : 7,8-Dihidro-7α-[1-(R)-hidroksi-1-metilbutil]-6,14-endoetanotetrahidrooripavina
  89. ORIPAVIN : 3-O-Demetiltebain
  90. REMIFENTANIL : Asam1-(2-Metoksikarboniletil)-4-(fenilpropionilamino)-piperidina-4-karboksilat metil ester
  91. Garam-garam dari Narkotika dalam golongan tersebut di atas.

 

C. Daftar Narkotika Golongan III

  1. Asetildihidrokodeina
  2. Dekstropropoksifena : α-(+)-4-dimetilamino-1,2-difenil-3-metil-2-butanol propionat
  3. Dihidrokodeina
  4. Etilmorfina : 3-etil morfina
  5. Kodeina : 3-metil morfina
  6. Nikodikodina : 6-nikotinildihidrokodeina
  7. Nikokodina : 6-nikotinilkodeina
  8. Norkodeina : N-demetilkodeina
  9. Polkodina : Morfoliniletilmorfina
  10. Propiram : N-(1-metil-2-piperidinoetil)-N-2-piridilpropionamida
  11. Buprenorfina : 21-siklopropil-7-α-[(S)-1-hidroksi-1,2,2-trimetilpropil]-6,14-endo-entano-6,7,8,14- tetrahidrooripavina           
  12. CB 13, nama lain CRA 13 atau SAB-378 : Naftalen-1-il[4-(pentiloksi)naftalen-1-il]etanona                                        
  13. Garam-garam dari Narkotika dalam golongan tersebut diatas
  14. Campuran atau sediaan difenoksin dengan bahan lain bukan narkotika
  15. Campuran atau sediaan difenoksilat dengan bahan lain bukan narkotika 

*) Warna biru merupakan tambahan/perubahan penggolongan narkotika berdasarkan Permenkes No. 7 Tahun 2018 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika

Please follow and like us:
0

#STOPNARKOBA

Pencarian

Kategori